Akibat Kabut Asap yang Kian Tebal di Riau
Satelit punTak Lagi Mampu Deteksi Titik Api
UDARA Simpang Pemburu, Kecamatan Tanah Putih dan di lima kecamatan
dalam wilayah Kabupaten Rokan Hilir, Kamis (21/2) ditutupi kabut
asap yang makin tebal. Akibatnya, satelit NOAA-12 yang biasa dipakai
untuk monitoring titik api (hot spot) tak lagi berfungsi seperti
hari-hari sebelumnya.
Hal ini dibenarkan Kabid Wasdal Bapedalda Kabupaten Rokan Hilir Ir
Nahrowi di Bagansiapiapi. Menurutnya, kondisi permukaan udara
terutama di sekitar lokasi kebakaran sejak beberapa hari terakhir
memang tertutup kabut tebal. Sehingga kata dia, satelit NOAA-12 yang
biasa memonitor hot spot tidak mampu menembus batas kabut untuk
mendeteksi keberadan titik api tersebut.
Diakuinya, kondisi ini sebenarnya tak lazim. Meski kata dia,
prinsipnya titik api tidak begitu banyak, tapi lantaran yang
terbakar lahan gambut membuat asap yang dihasilkan lebih dominan.
Sehingga kepulan-kepulan asap terus membumbung ke udara. Meski upaya
pemadaman seperti diutarakan Nahrowi masih dilaksanakan secara
ekstra, toh tetap saja asap itu tidak dapat dihentikan.
Akibat kondisi seperti ini, lanjutnya, menyebabkan struktur lapisan
atmosphire tertutup kabut. Meski demikian, ia mengaku titik api
masih akan terus ada sepanjang kemarau ini. Hanya saja, untuk
mendeteksi berapa jumlahnya sangat sulit, mengingat keterbatasan
deteksi pada Kamis (21/2) kemarin. `'Jadwal baca satelit itu dua
kali setiap harinya. Kemarin siang belum dapat dideteksi, namun
malam akan kita coba lagi. Untuk hasil, ya kita juga belum dapat
memastikan,' ' imbuhnya.
Begitu pun di Rohul. Kabut asap terus bertambah, bila dibandingkan
hari sebelumnya. Pantauan Riau Pos di lapangan, kabut asap yang
telah menyelimuti wilayah kecamatan yang ada di Kabupaten Rohul,
terlihat dalam waktu tiga hari kemarin.
Dari pantauan satelit NOAA-18, yang dapat dilihat dengan program
kompoter Sistem Informasi Geografis (SIG) di Sekretariat Karhutla
Rohul, 19 Februari, kabut asap ini disebabkan terjadinya kebakaran
hutan dan lahan di Kecamatan Tambusai yang berada di koordinat bujur
100,18 dan lintang 1,25 yang berada di Desa Bangun Jaya.
Kabupaten Siak juga tak luput dari kabut asap. Padamnya kobaran api
di sembilan titik lokasi kebakaran tidak membebaskan Siak dari
bencana asap. Kamis (21/2) petang kabut asap semakin tebal
menyelimuti 14 kecamatan di kabupaten Siak.
Berdasarkan data yang berhasil dihimpun Riau Pos, samapi pukul 18.30
WIB luas lahan yang terbakar terus bertambah. Data terahir luas
lahan yang tebakar di antaranya, KM 6-7 seluas 10 ha, KM 19 seluas 5
ha, Bruc 13 Dayun belakang 20 ha (Kecmatan Dayun), Sungai Limau 6
ha, Teluk Mesjid 3 ha Sungai Nyiur 8 ha, Dusun Pusako 30 ha(Kecmtan
Pusako), Tanjung Buton 5 ha, Km 8 Buton 5 ha (kecamatan Sungai
Apit).
Kepala Dinas Kehutanan Kabupaten Siak TS Hamzah saat dikonfirmasi
Riau Pos mengakui, luas lahan dan areal kebun sawit yang terbakar
terus bertambah. Kerusakan lahan akibat kebakaran ini tersebar di
tiga kecamatan, yakni Kecamatan Dayun, Pusako dan Kecamatan Sungai
Apit. Sementara di Dumai, walau usaha pemadaman terus berlanjut,
namun kebakaran lahan yang terjadi di Pelintung, Kecamatan Medang
Kampai semakin melebar dari KM 29 hingga KM 42. `'Awalnya kebaran
itu terjadi di KM 30 dan KM 33,5. Tetapi karena belum teratasi,
laan yang terbakar makin melebar,'' kata Wadan Polhut Dumai, Tengku
Izmet, Kamis (21/2).
No comments:
Post a Comment
Silahkan berkomentar ya...pada blog saya..untuk kemajuannya blog saya ini dalam memberikan informasi