Cinta Alam Cinta Bumi Kita Sayang Diri Kita
Salah satu wisata yang ada adalah waduk gajah mungkur yang terbentang sangat luas dan merupakan sumber daya air untuk memenuhi kebutuhan akan air sebagai sumber kehidupan. Selain waduk ini terdapat suatu perbukitan yang cukup manarik bila dilakukan pengkajian lebih mendalam baik manfaat dari endapan tanah tersebut maupun jenis vegetasi yang memberikan efek oksigen yang cukup banyak dan sesuai dengan kondisi rona lingkungan yang ada. Salah satu puncak bukit itu pada waktu yang lalu merupakan puncak untuk dilakukan tempat olah raga yang terkait dengan angin. Sayangnya kondisi akses yang sangat sulit untuk dilalui membuat saya yang sebenarnya suka traveling harus berpikir ulang beberapa kali, karena tanjakan yang cukup tajam dan sempit.
Memang benar kuasa tuhan tak pernah bisa disyukuri oleh hambanya, karena seringkali manusia tidak dapat manjaga dan memiliharanya.
MUda2han hambaNYa ini dpat memeliharanya...amin
BOcah MISterius
Di kutip dari milis tetangga, sesuai dengan judul aslinya. Bocah itu menjadi pembicaraan dikampung Ketapang...Sudah tiga hari ini ia mondar-mandir keliling kampung. Ia menggoda anak-anak sebayanya, menggoda anak-anak remaja diatasnya, dan bahkan orang-orang tua. Hal ini bagi orang kampung sungguh menyebalkan. Yah, bagaimana tidak menyebalkan, anak itu menggoda dengan berjalan kesana kemari sambil tangan kanannya memegang roti isi daging yang tampak coklat menyala. Sementara tangan kirinya memegang es kelapa, lengkap dengan tetesan air dan butiran-butiran es yang melekat diplastik es tersebut. Pemandangan tersebut menjadi hal biasa bila orang-orang kampung melihatnya bukan pada bulan puasa! Tapi ini justru terjadi ditengah hari pada bulan puasa! Bulan ketika banyak orang sedang menahan lapar dan haus. Es kelapa dan roti isi daging tentu saja menggoda orang yang melihatnya. Pemandangan itu semakin bertambah tidak biasa, karena kebetulan selama tiga hari semenjak bocah itu ada, matahari dikampung itu lebih terik dari biasanya. Luqman mendapat laporan dari orang-orang kampung mengenai bocah itu. Mereka tidak berani melarang bocah kecil itu menyodor-nyodorkan dan memperagakan bagaimana dengan nikmatnya ia mencicipi es kelapa dan roti isi daging tersebut. Pernah ada yang melarangnya, tapi orang itu kemudian dibuat mundur ketakutan sekaligus keheranan. Setiap dilarang, bocah itu akan mendengus dan matanya akan memberikan kilatan yang menyeramkan. Membuat mundur semua orang yang akan melarangnya.
"Maaf ya, itu karena kamu melakukannya dibulan puasa," jawab Luqman dengan halus,"apalagi kamu tahu, bukankah seharusnya kamu juga berpuasa? Kamu bukannya ikut menahan lapar dan haus, tapi malah menggoda orang dengan tingkahmu itu.." Sebenarnya Luqman masih akan mengeluarkan uneg-unegnya, mengomeli anak itu. Tapi mendadak bocah itu berdiri sebelum Luqman selesai. Ia menatap Luqman lebih tajam lagi. "Itu kan yang kalian lakukan juga kepada kami semua! Bukankah kalian yang lebih sering melakukan hal ini ketimbang saya..?! Kalian selalu mempertontonkan kemewahan ketika kami hidup dibawah garis kemiskinan pada sebelas bulan diluar bulan puasa? Bukankah kalian yang lebih sering melupakan kami yang kelaparan, dengan menimbun harta sebanyak-banyaknya dan melupakan kami? Bukankah kalian juga yang selalu tertawa dan melupakan kami yang sedang menangis? Bukankah kalian yang selalu berobat mahal bila sedikit saja sakit menyerang, sementara kalian mendiamkan kami yang mengeluh kesakitan hingga kematian menjemput ajal..?! Bukankah juga di bulan puasa ini hanya pergeseran waktu saja bagi kalian untuk menahan lapar dan haus?
Ketika bedug maghrib bertalu, ketika azan maghrib terdengar, kalian kembali pada kerakusan kalian..!?" Bocah itu terus saja berbicara tanpa memberi kesempatan pada Luqman untuk menyela. Tiba-tiba suara bocah itu berubah. Kalau tadinya ia berkata begitu tegas dan terdengar "sangat" menusuk, kini ia bersuara lirih, mengiba. "Ketahuilah Tuan.., kami ini berpuasa tanpa ujung, kami senantiasa berpuasa meski bukan waktunya bulan puasa, lantaran memang tak ada makanan yang bisa kami makan. Sementara Tuan hanya berpuasa sepanjang siang saja.
Dan ketahuilah juga, juatru Tuan dan orang-orang di sekeliling Tuan lah yang menyakiti perasaan kami dengan berpakaian yang luar biasa mewahnya, lalu kalian sebut itu menyambut Ramadhan dan 'Idul Fithri? Bukankah kalian juga yang selalu berlebihan dalam mempersiapkan makanan yang luar biasa bervariasi banyaknya, segala rupa ada, lantas kalian menyebutnya denga istilah menyambut Ramadhan dan 'Idul Fithri? Tuan.., sebelas bulan kalian semua tertawa di saat kami menangis, bahkan pada bulan Ramadhan pun hanya ada kepedulian yang seadanya pula. Tuan.., kalianlah yang melupakan kami, kalianlah yang menggoda kami, dua belas bulan tanpa terkecuali termasuk di bulan ramadhan ini. Apa yang telah saya lakukan adalah yang kalian lakukan juga terhadap orang-orang kecil seperti kami...! Tuan.., sadarkah Tuan akan ketidak abadian harta? Lalu kenapakah kalian masih saja mendekap harta secara berlebih? Tuan.., sadarkah apa yang terjadi bila Tuan dan orang-orang sekeliling Tuan tertawa sepanjang masa dan melupakan kami yang semestinya diingat? Bahkan, berlebihannya Tuan dan orang-orang di sekeliling Tuan bukan hanya pada penggunaan harta, tapi juga pada dosa dan maksiat.. Tahukah Tuan akan adanya azab Tuhan yang akan menimpa? Tuan.., jangan merasa aman lantaran kaki masih menginjak bumi. Tuan..., jangan merasa perut kan tetap kenyang lantaran masih tersimpan pangan 'tuk setahun, jangan pernah merasa matahari tidak akan pernah menyatu dengan bumi kelak..."
Hal ini menambah keyakinan Luqman, bahwa bocah ini bukanlah bocah sembarangan. Setelah berkata pedas dan tajam seperti itu, bocah itu pergi begitu saja meninggalkan Luqman yang dibuatnya terbengong-bengong. Di kejauhan, Luqman melihat bocah itu menghilang bak ditelan bumi. Begitu sadar, Luqman berlari mengejar ke luar rumah hingga ke tepian jalan raya kampung Ketapang. Ia edarkan pandangan ke seluruh sudut yang bisa dilihatnya, tapi ia tidak menemukan bocah itu. Ditengah deru nafasnya yang memburu, ia tanya semua orang di ujung jalan, tapi semuanya menggeleng bingung. Bahkan, orang-orang yang menunggu penasaran didepan rumahnya pun mengaku tidak melihat bocah itu keluar dari rumah Luqman! Bocah itu benar-benar misterius! Dan sekarang ia malah menghilang! Luqman tidak mau main-main. Segera ia putar langkah, balik ke rumah. Ia ambil sajadah, sujud dan bersyukur. Meski peristiwa tadi irrasional, tidak masuk akal, tapi ia mau meyakini bagian yang masuk akal saja. Bahwa memang betul adanya apa yang dikatakan bocah misterius tadi. Bocah tadi memberikan pelajaran yang berharga, betapa kita sering melupakan orang yang seharusnya kita ingat. Yaitu mereka yang tidak berpakaian, mereka yang kelaparan, dan mereka yang tidak memiliki penghidupan yang layak. Bocah tadi juga memberikan Luqman pelajaran bahwa seharusnya mereka yang sedang berada diatas, yang sedang mendapatkan karunia Allah, jangan sekali-kali menggoda orang kecil, orang bawah, dengan berjalan membusungkan dada dan mempertontonkan kemewahan yang berlebihan. Marilah berpikir tentang dampak sosial yang akan terjadi bila kita terus menjejali tontonan kemewahan, sementara yang melihatnya sedang membungkuk menahan lapar. Luqman berterima kasih kepada Allah yang telah memberikannya hikmah yang luar biasa. Luqman tidak mau menjadi bagian yang Allah sebut mati mata hatinya. Sekarang yang ada dipikirannya sekarang , entah mau dipercaya orang atau tidak, ia akan mengabarkan kejadian yang dialaminya bersama bocah itu sekaligus menjelaskan hikmah kehadiran bocah tadi kepada semua orang yang dikenalnya, kepada sebanyak-banyaknya orang. Kejadian bersama bocah tadi begitu berharga bagi siapa saja yang menghendaki bercahayanya hati. Pertemuan itu menjadi pertemuan yang terakhir. Sejak itu Luqman tidak pernah lagi melihatnya, selama-lamanya. Luqman rindu kalimat-kalimat pedas dan tudingan-tudingan yang memang betul adanya. Luqman rindu akan kehadiran anak itu agar ada seseorang yang berani menunjuk hidungnya ketika ia salah.
RANGKAIAN BUNGA
Aku mendapat bunga hari ini meski hari ini bukan hari istimewa dan bukan hari ulangtahunku. Semalam untuk pertama kalinya kami bertengkar dan ia melontarkan kata-kata menyakitkan. Aku tahu ia menyesali perbuatannya karena hari ini ia mengirim aku bunga.
Aku mendapat bunga hari ini. Ini bukan ulangtahun perkawinan kami atau hari istimewa kami.Semalam ia menghempaskan aku ke dinding dan mulai mencekikku Aku bangun dengan memar dan rasa sakit sekujur tubuhku.Aku tahu ia menyesali perbuatannya karena ia mengirim bunga padaku hari ini.
Aku mendapat bunga hari ini, padahal hari ini bukanlah hari Ibu atau hari istimewa lain. Semalam ia memukuli aku lagi, lebih keras dibanding waktu-waktu yang lalu.Aku takut padanya tetapi aku takut meningggalkannya. Aku tidak punya uang. Lalu bagaimana aku bisa menghidupi anak-anakku?
Namun, aku tahu ia menyesali perbuatannya semalam,karena hari ini ia kembali mengirimi aku bunga.
Ada bunga untukku hari ini. Hari ini adalah hari istimewa : inilah hari pemakamanku. Ia menganiayaku sampai mati tadi malam.. Kalau saja
aku punya cukup keberanian dan kekuatan untuk meninggalkannya, aku tidak akan mendapat bunga lagi hari ini....
Ps :
tolong di forward ke perempuan dibelahan dunia manapun.
Kadang wanita terlalu lemah dan menerima saja untuk disakiti.
STOP KEKERASAN DI DUNIA INI!!!
RANGKAIAN BUNGA
BUNGA
Aku mendapat bunga hari ini meski hari ini bukan
hari istimewa dan bukan hari ulangtahunku.
Semalam untuk pertama kalinya kami bertengkar dan ia melontarkan
kata-kata menyakitkan.
Aku tahu ia menyesali perbuatannya karena hari ini ia mengirim aku bunga.
Aku mendapat bunga hari ini. Ini bukan ulangtahun
perkawinan kami atau hari istimewa kami.
Semalam ia menghempaskan aku ke dinding dan mulai
mencekikku Aku bangun dengan memar dan rasa sakit sekujur tubuhku.
Aku tahu ia menyesali perbuatannya karena ia mengirim bunga padaku hari ini.
Aku mendapat bunga hari ini, padahal hari ini bukanlah hari Ibu atau hari istimewa lain.
Semalam ia memukuli aku lagi, lebih keras dibanding waktu-waktu yang lalu.
Aku takut padanya tetapi aku takut meningggalkannya. Aku tidak punya uang.
Lalu bagaimana aku bisa menghidupi anak-anakku?
Namun, aku tahu ia menyesali perbuatannya semalam, karena hari ini ia kembali mengirimi aku bunga.
Ada bunga untukku hari ini. Hari ini adalah hari istimewa : inilah hari pemakamanku.
Ia menganiayaku sampai mati tadi malam.. Kalau saja aku punya cukup keberanian dan kekuatan untuk
meninggalkannya, aku tidak akan mendapat bunga lagi hari ini....
Ps :
tolong di forward ke perempuan dibelahan dunia manapun.
Kadang wanita terlalu lemah dan menerima saja untuk disakiti.
STOP KEKERASAN PADA INSAN MANUSIA DI DUNIA!!!
Me and Darkside in Yogyakarta
Pahit karena ak harus menjadi berkenalan dengan seorang penjual dari harga diri manusia..
Asem karena ak harus menjadi manusia yang bimbang untuk menentukan sikap hidup ini
Manis karena ak berkenalan dengan temen-temen baru dan kenangan yang terindah
Potret Tangan Kita; Bangsa yang Kaya terhadap Alam kita sendiri
Satelit punTak Lagi Mampu Deteksi Titik Api
UDARA Simpang Pemburu, Kecamatan Tanah Putih dan di lima kecamatan
dalam wilayah Kabupaten Rokan Hilir, Kamis (21/2) ditutupi kabut
asap yang makin tebal. Akibatnya, satelit NOAA-12 yang biasa dipakai
untuk monitoring titik api (hot spot) tak lagi berfungsi seperti
hari-hari sebelumnya.
Hal ini dibenarkan Kabid Wasdal Bapedalda Kabupaten Rokan Hilir Ir
Nahrowi di Bagansiapiapi. Menurutnya, kondisi permukaan udara
terutama di sekitar lokasi kebakaran sejak beberapa hari terakhir
memang tertutup kabut tebal. Sehingga kata dia, satelit NOAA-12 yang
biasa memonitor hot spot tidak mampu menembus batas kabut untuk
mendeteksi keberadan titik api tersebut.
Diakuinya, kondisi ini sebenarnya tak lazim. Meski kata dia,
prinsipnya titik api tidak begitu banyak, tapi lantaran yang
terbakar lahan gambut membuat asap yang dihasilkan lebih dominan.
Sehingga kepulan-kepulan asap terus membumbung ke udara. Meski upaya
pemadaman seperti diutarakan Nahrowi masih dilaksanakan secara
ekstra, toh tetap saja asap itu tidak dapat dihentikan.
Akibat kondisi seperti ini, lanjutnya, menyebabkan struktur lapisan
atmosphire tertutup kabut. Meski demikian, ia mengaku titik api
masih akan terus ada sepanjang kemarau ini. Hanya saja, untuk
mendeteksi berapa jumlahnya sangat sulit, mengingat keterbatasan
deteksi pada Kamis (21/2) kemarin. `'Jadwal baca satelit itu dua
kali setiap harinya. Kemarin siang belum dapat dideteksi, namun
malam akan kita coba lagi. Untuk hasil, ya kita juga belum dapat
memastikan,' ' imbuhnya.
Begitu pun di Rohul. Kabut asap terus bertambah, bila dibandingkan
hari sebelumnya. Pantauan Riau Pos di lapangan, kabut asap yang
telah menyelimuti wilayah kecamatan yang ada di Kabupaten Rohul,
terlihat dalam waktu tiga hari kemarin.
Dari pantauan satelit NOAA-18, yang dapat dilihat dengan program
kompoter Sistem Informasi Geografis (SIG) di Sekretariat Karhutla
Rohul, 19 Februari, kabut asap ini disebabkan terjadinya kebakaran
hutan dan lahan di Kecamatan Tambusai yang berada di koordinat bujur
100,18 dan lintang 1,25 yang berada di Desa Bangun Jaya.
Kabupaten Siak juga tak luput dari kabut asap. Padamnya kobaran api
di sembilan titik lokasi kebakaran tidak membebaskan Siak dari
bencana asap. Kamis (21/2) petang kabut asap semakin tebal
menyelimuti 14 kecamatan di kabupaten Siak.
Berdasarkan data yang berhasil dihimpun Riau Pos, samapi pukul 18.30
WIB luas lahan yang terbakar terus bertambah. Data terahir luas
lahan yang tebakar di antaranya, KM 6-7 seluas 10 ha, KM 19 seluas 5
ha, Bruc 13 Dayun belakang 20 ha (Kecmatan Dayun), Sungai Limau 6
ha, Teluk Mesjid 3 ha Sungai Nyiur 8 ha, Dusun Pusako 30 ha(Kecmtan
Pusako), Tanjung Buton 5 ha, Km 8 Buton 5 ha (kecamatan Sungai
Apit).
Kepala Dinas Kehutanan Kabupaten Siak TS Hamzah saat dikonfirmasi
Riau Pos mengakui, luas lahan dan areal kebun sawit yang terbakar
terus bertambah. Kerusakan lahan akibat kebakaran ini tersebar di
tiga kecamatan, yakni Kecamatan Dayun, Pusako dan Kecamatan Sungai
Apit. Sementara di Dumai, walau usaha pemadaman terus berlanjut,
namun kebakaran lahan yang terjadi di Pelintung, Kecamatan Medang
Kampai semakin melebar dari KM 29 hingga KM 42. `'Awalnya kebaran
itu terjadi di KM 30 dan KM 33,5. Tetapi karena belum teratasi,
laan yang terbakar makin melebar,'' kata Wadan Polhut Dumai, Tengku
Izmet, Kamis (21/2).
Ruang Terbuka Hijau Kota dalam Krisis

Kegiatan pembangunan pada dasarnya merupakan upaya manusia untuk meningkatkan taraf hidupnya. Kegiatan pembangunan ini dapat berupa penggunaan sumber daya alam dan lingkungan hidup yang pemanfaatannya harus senantiasa memperhatikan daya dukung lingkungan agar tidak terjadi penurunan kualitas dan kerusakan lingkungan. Pembangunan kota sering lebih banyak dicerminkan oleh adanya perkembangan fisik kota yang lebih banyak ditentukan oleh sarana dan prasarana yang ada. Gejala pembangunan kota pada waktu yang lalu mempunyai kecenderungan untuk meminimalkan ruang terbuka khususnya ruang terbuka hijau dan juga menghilangkan wajah alam. Pertumbuhan dan perkembangan lahan kota banyak dialih–fungsikan menjadi pertokoan, permukiman, tempat rekreasi, industri dan lain–lain.
Undang-undang Nomor 28 Tahun 2002, tentang Bangunan Gedung dan Peraturan Pemerintah Nomor 36 tahun 2005 tentang Pelaksanaan Undang Undang Bangunan Gedung (UUBG), khususnya pada Pasal 25 ayat 1, mengamanatkan bahwa keseimbangan, keserasian, dan keselarasan bangunan gedung dengan lingkungannya harus mempertimbangkan terciptanya ruang luar bangunan gedung dan ruang terbuka yang seimbang, serasi, dan selaras dengan lingkungannya. Selain itu perihal ruang terbuka hijau juga muncul dalam Rencana Strategis Departemen Pekerjaan Umum 2005-2009 bidang Cipta Karya sebagai kegiatan yang perlu ditangani.
Undang-undang Nomor 26 Tahun 2007, tentang Penataan Ruang, juga menyebutkan, salah satu tujuan dari penataan ruang adalah tercapainya pemanfaatan ruang yang berkualitas untuk mewujudkan perlindungan fungsi dan mencegah serta menanggulangi dampak negatif terhadap lingkungan.
Secara umum ruang terbuka publik di perkotaan terdiri dari ruang terbuka hijau dan ruang terbuka non-hijau, ruang terbuka hijau (RTH) perkotaan adalah bagian dari ruang-ruang terbuka suatu wilayah perkotaan yang diisi oleh tumbuhan, tanaman dan vegetasi guna mendukung fungsi ekologis, sosial budaya dan arsitektural yang dapat memberi manfaat ekonomi dan kesejahteraan bagi masyarakatnya, seperti antara lain:
a. Fungsi Ekologis, RTH dapat meningkatkan kualitas air tanah, mencegah banjir, mengurangi polusi udara dan pengatur iklim mikro.
b. Fungsi Sosial Budaya, keberadaan RTH dapat memberikan fungsi sebagai ruang interaksi sosial, sarana rekreasi dan sebagai tetenger (landmark) kota.
c. Fungsi Arsitektural, RTH dapat meningkatkan nilai keindahan dan kenyamanan kota melalui keberadaan taman-taman kota dan jalur hijau jalan
d. Fungsi Ekonomi, RTH sebagai pengembangan sarana wisata hijau perkotaan yang dapat mendatangkan wisatawan.
Berdasarkan KTT Bumi di Rio de Janeiro, Brazil (1992) dan dipertegas lagi pada KTT Johannesberg, Afrika Selatan 10 tahun kemudian (2002), disepakati bersama bahwa sebuah kota idealnya memiliki luas RTH minimal 30% dari total luas kota, namun tampaknya bagi kota-kota di Indonesia, pada umumnya hal ini akan sulit terrealisir akibat terus adanya tekanan pertumbuhan dan kebutuhan sarana dan prasarana kota, seperti pembangunan bangunan gedung, pengembangan dan penambahan jalur jalan yang terus meningkat serta peningkatan jumlah penduduk.
Beberapa permasalahan terkait dengan Ruang Terbuka Hijau, antara lain:
a. Pemanfaatan terhadap RTH selama ini cenderung hanya terbatas pada pemanfaatan fungsi tunggal, yaitu penghijauan atau estetika kota saja, seharusnya secara normatif RTH harus memiliki multi fungsi bagi kehidupan kota, yaitu ekologis, sosio-kultural, dan ekonomis. Fungsi tunggal inilah yang menyebabkan warga kota tidak peduli terhadap keberadaan RTH.
b. Keberadaan RTH masih dikalahkan oleh berbagai kepentingan lain yang lebih “menguntungkan” dan cenderung berorientasi pada pembangunan fisik untuk kepentingan ekonomi. Akibatnya, kebutuhan ruang (khususnya RTH) untuk berlangsungnya fungsi ekologis kurang terakomodasi, dan berdampak pada permasalahan manajemen pengelolaan RTH.
c. Upaya Pemerintah Kota dalam mewujudkan kota yang berwawasan lingkungan, terkesan dilakukan dengan pendekatan “setengah hati” atau parsial, serta belum terintegrasi dalam satu sistem kehidupan kota.
Idealis Kota
Kota masa depan apakah hanya sebuah mimpi